• Minggu, 25 September 2022

Diduga Sebarkan Berita Hoaks, Wakil Ketua Panitia LNSIFC Laporkan Edwin ke Polresta Manado

- Rabu, 21 September 2022 | 11:10 WIB
Wakil Ketua Panitia penyelenggara iven international Likupang North Sulawesi International Fishing Competition 2022 (LNSIFC), Veldy Reynold Umbas, melaporkan secara resmi seorang pria berinisial EW alias Edwin ke Polresta Manado, Selasa (20/9/2022).
Wakil Ketua Panitia penyelenggara iven international Likupang North Sulawesi International Fishing Competition 2022 (LNSIFC), Veldy Reynold Umbas, melaporkan secara resmi seorang pria berinisial EW alias Edwin ke Polresta Manado, Selasa (20/9/2022).

KLIKMANADO.COM - Wakil Ketua Panitia penyelenggara iven international Likupang North Sulawesi International Fishing Competition 2022 (LNSIFC), Veldy Reynold Umbas, melaporkan secara resmi seorang pria berinisial EW alias Edwin ke Polresta Manado, Selasa (20/9/2022).

Laporan yang dilakukan Veldy Reynold Umbas ke Polresta Manado berawal EW alias Edwin diduga telah melakukan tindak pidana dengan menyebarkan berita hoaks melalui media sosial Facebook pada 16 September 2022.

Kasus ini terjadi pada Jumat (16/9/2022) sekira pukul 20.00 Wita di kawasan Megamas Manado, tepatnya di acara penimbangan hasil tangkapan peserta lomba LNSIFC 2022. Di mana, Edwin telah memposting di media sosial Facebook berupa video dan narasi dengan mengatakan, "Panitia sudah Mabuk, Inisial Veldy Reynold Umbas”.

Postingan Edwin yang langsung viral itu, ternyata membuat Veldy Umbas merasa keberatan karena nama baiknya dicemarkan serta keluarganya merasa terganggu dengan adanya postingan tersebut.

Tidak terima dengan tindakan yang dilakukan Edwin, Veldy Reynold Umbas melalui kuasa hukum Jantje Noya melaporkan Edwin ke Polresta Manado, Selasa (19/9/2022) pukul 13.00 Wita.

Kuasa Hukum Jantje Noya kepada wartawanan menegaskan bahwa apa yang dilakukan EW alias Edwin dengan memposting di Facebook, maka bisa kena Undang-Undang ITE, peraturan baru Undang Undang Nomor 19 tahun 2016 pasal 27 ayat 3.

"Itu bisa kena hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 750 juta," katanya, Rabu (21/9/2022).

“Klien saya merasa keberatan, karena didalam postingan dikatakan bahwa klien saya mabuk. Padahal faktanya tidaklah demikian. Laporan polisi ini dilakukan klien kami agar menjaga nama baik panitia penyelenggara iven international dan menjaga nama baik bapak Presiden Republik Indonesia, karena dalam lomba ini memperebutkan piala Presiden RI," tegas Jantje Noya.

Pengacara kondang ini berjanji akan terus mengawal kliennya dalam melewati tahapan proses hukum yang berlaku.

Halaman:

Editor: Marcelino

Tags

Terkini

APBD-P 2022, Dinkes Sulut Ketambahan Rp 43 Miliar Lebih

Selasa, 20 September 2022 | 10:39 WIB

Resmob Manado Tangkap Terduga Kurir Sabu

Minggu, 18 September 2022 | 22:40 WIB

Perubahan APBD 2022 Minut Ditetapkan Capai Rp 1 Triliun

Minggu, 18 September 2022 | 22:22 WIB

DPRD-Pemkab Minut Teken Perubahan KUA-PPAS 2022

Rabu, 7 September 2022 | 22:50 WIB

Bupati Ganda Bantu Korban Puting Beliung di Werot

Rabu, 7 September 2022 | 22:07 WIB

Resmob Manado Ringkus Buronan Kasus Perkosaan

Rabu, 31 Agustus 2022 | 17:07 WIB
X